Apakah Pendidikan Termasuk Urusan Islam?
Apakah pendidikan termasuk urusan Islam? Pahami pandangan Islam tentang ilmu, pendidikan, akidah, akhlak, tujuan hidup, dan pembentukan generasi.
Ketika membicarakan Islam, kita sering langsung teringat pada salat, puasa, zakat, atau haji.
Lalu bagaimana dengan pendidikan?
Apakah pendidikan hanya urusan sekolah, guru, kurikulum, dan pemerintah?
Atau sebenarnya pendidikan juga memiliki hubungan yang erat dengan Islam?
Jawabannya: pendidikan tidak berada di luar perhatian Islam.
Islam memberikan perhatian besar terhadap ilmu, proses belajar, pembentukan manusia, dan bagaimana ilmu digunakan dalam kehidupan.
Islam Sangat Menghargai Ilmu
Salah satu wahyu pertama yang diterima Rasulullah ﷺ dimulai dengan perintah:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-'Alaq: 1)
Menariknya, perintah pertama ini berkaitan dengan membaca dan belajar.
Ini menunjukkan bahwa Islam tidak memandang ilmu sebagai sesuatu yang tidak penting.
Justru manusia diarahkan untuk membaca, berpikir, memahami, dan mengenal kehidupan dengan menyandarkan semuanya kepada Allah.
Namun, Islam tidak berhenti pada pertanyaan:
“Seberapa banyak ilmu yang kita miliki?”
Ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting:
“Untuk apa ilmu itu digunakan?”
Pendidikan Bukan Sekadar Membuat Orang Pintar
Bayangkan seseorang memiliki kemampuan akademik yang tinggi.
Ia menguasai teknologi.
Pandai berhitung.
Memiliki banyak pengetahuan.
Tetapi ilmu tersebut digunakan untuk menipu, merugikan orang lain, atau membuat kerusakan.
Apakah pendidikan seperti itu sudah berhasil?
Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak sekadar menghasilkan manusia yang cerdas secara intelektual.
Pendidikan juga berkaitan dengan pembentukan manusia yang mengenal Allah, memahami tanggung jawabnya, dan menggunakan ilmunya untuk kebaikan.
Allah berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
Ilmu memiliki kedudukan yang tinggi.
Tetapi ilmu juga membawa tanggung jawab.
Apa Tujuan Pendidikan dalam Islam?
Kalau pendidikan hanya bertujuan mendapatkan pekerjaan, memperoleh penghasilan, atau mendapatkan gelar, maka tujuan pendidikan menjadi sangat sempit.
Islam memandang manusia bukan sekadar pekerja atau pencari penghasilan.
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Karena itu, pendidikan seharusnya membantu manusia memahami siapa dirinya, untuk apa hidup, dan bagaimana menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah.
Apakah Berarti Semua Ilmu Harus Ilmu Agama?
Tidak.
Ini juga penting dipahami.
Islam tidak berarti seseorang hanya boleh mempelajari ilmu fikih, tafsir, hadis, atau ilmu agama lainnya.
Manusia membutuhkan berbagai macam ilmu.
Kedokteran dibutuhkan.
Matematika dibutuhkan.
Teknologi dibutuhkan.
Pertanian dibutuhkan.
Teknik, sains, ekonomi, dan berbagai bidang ilmu lainnya juga dibutuhkan.
Islam tidak mengajarkan manusia untuk meninggalkan ilmu dunia.
Yang perlu diperhatikan adalah arah dan penggunaannya.
Ilmu tidak seharusnya membuat manusia semakin jauh dari Allah.
Sebaliknya, ilmu dapat menjadi sarana untuk memahami kebesaran Allah dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Islam Memberikan Pandangan tentang Ilmu
Di sinilah pendidikan menjadi lebih luas daripada sekadar persoalan kurikulum.
Kurikulum menentukan apa yang dipelajari.
Metode menentukan bagaimana seseorang belajar.
Tetapi ada pertanyaan yang lebih mendasar:
Pandangan hidup apa yang menjadi dasar pendidikan tersebut?
Sebab ilmu tidak pernah benar-benar terlepas dari nilai.
Cara manusia memandang dirinya akan memengaruhi tujuan pendidikannya.
Jika manusia hanya dipandang sebagai makhluk ekonomi, pendidikan bisa diarahkan terutama untuk menghasilkan tenaga kerja.
Jika manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki tanggung jawab kepada Allah, maka pendidikan juga akan memperhatikan akidah, akhlak, tanggung jawab, dan kehidupan akhirat.
Pendidikan Membentuk Cara Berpikir
Pendidikan juga tidak hanya membentuk apa yang kita ketahui.
Ia ikut membentuk cara kita berpikir.
Seorang anak belajar membedakan benar dan salah.
Belajar memahami sebab dan akibat.
Belajar mengambil keputusan.
Belajar menghadapi masalah.
Pertanyaannya kemudian:
Standar benar dan salah itu berasal dari mana?
Islam mengajarkan bahwa akal memiliki peran penting untuk berpikir dan memahami.
Tetapi akal manusia memiliki keterbatasan.
Karena itu, wahyu menjadi petunjuk dalam perkara yang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kemampuan akal manusia.
Dengan demikian, pendidikan dalam Islam tidak mematikan akal.
Justru akal digunakan untuk memahami realitas dan menerapkan ilmu, sementara wahyu menjadi pedoman dalam menentukan arah dan nilai kehidupan.
Bagaimana dengan Sekolah?
Sekolah tentu memiliki peran besar dalam pendidikan.
Guru mengajarkan ilmu.
Sekolah menyediakan lingkungan belajar.
Kurikulum menentukan materi yang dipelajari.
Tetapi pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah.
Keluarga juga memiliki peran yang sangat besar.
Anak pertama kali belajar berbicara, bersikap, menghormati orang lain, dan mengenal nilai kehidupan dari lingkungan terdekatnya.
Karena itu, pendidikan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.
Orang tua, guru, masyarakat, dan lingkungan memiliki peran masing-masing.
Pendidikan dan Kehidupan Masyarakat
Kalau pendidikan hanya dilihat sebagai urusan pribadi, kita mungkin hanya bertanya:
“Anak saya sekolah di mana?”
“Nilainya berapa?”
“Lulus dengan nilai berapa?”
Tetapi ada pertanyaan yang lebih luas:
“Manusia seperti apa yang sedang kita bentuk?”
Sebab generasi yang terdidik hari ini akan menjadi masyarakat dan pemimpin di masa depan.
Mereka akan menjadi guru, dokter, pedagang, pengusaha, pejabat, ilmuwan, orang tua, dan berbagai profesi lainnya.
Karena itu, pendidikan memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Jadi, Apakah Pendidikan Termasuk Urusan Islam?
Ya.
Islam memberikan perhatian terhadap ilmu dan pendidikan.
Islam mendorong manusia untuk belajar dan menggunakan akalnya.
Namun, pendidikan dalam Islam tidak hanya mengejar kecerdasan dan keterampilan.
Pendidikan juga berkaitan dengan akidah, akhlak, tujuan hidup, tanggung jawab, dan bagaimana ilmu digunakan.
Jadi, ketika kita bertanya apakah pendidikan termasuk urusan Islam, pertanyaannya bukan sekadar:
“Apakah Islam mengatur sekolah?”
Pertanyaan yang lebih mendasar adalah:
“Manusia seperti apa yang ingin dibentuk melalui pendidikan?”
Jika Islam dipahami sebagai petunjuk hidup, maka pendidikan pun tidak bisa dilepaskan begitu saja dari pandangan Islam tentang manusia, ilmu, kehidupan, dan tujuan hidup.
Dan setelah membahas pendidikan, kita bisa melangkah lebih jauh.
Kalau Islam mengatur ekonomi dan pendidikan, bagaimana dengan hukum dan keadilan?
Materi berikutnya
“Apakah Hukum dan Keadilan Diatur dalam Islam?”
