Apa yang Dimaksud Islam sebagai Way of Life?
Apa yang dimaksud Islam sebagai way of life? Pahami bagaimana Islam menjadi pedoman dalam berpikir, beribadah, bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat.
Pernahkah kita mendengar ungkapan “Islam adalah way of life”?
Istilah ini cukup sering digunakan dalam pembahasan Islam. Namun, apa sebenarnya maksudnya?
Secara sederhana, way of life berarti cara hidup atau pandangan hidup yang menjadi pedoman seseorang dalam menjalani kehidupan.
Maka, ketika dikatakan bahwa Islam adalah way of life, maksudnya adalah bahwa Islam bukan hanya mengatur ibadah tertentu, tetapi menjadi pedoman seorang Muslim dalam menjalani seluruh kehidupannya.
Lalu, apa saja yang dimaksud dengan Islam sebagai way of life?
Apa Arti Way of Life?
Secara bahasa, way of life berarti cara hidup.
Namun, maknanya tidak sekadar kebiasaan sehari-hari.
Way of life berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang kehidupan, menentukan standar benar dan salah, menentukan tujuan hidup, serta mengambil keputusan.
Misalnya, dua orang bisa sama-sama melihat sebuah pekerjaan sebagai sesuatu yang menguntungkan.
Tetapi cara mereka memandang pekerjaan tersebut bisa berbeda.
Seseorang mungkin hanya mempertimbangkan keuntungan materi.
Sementara seorang Muslim mempertimbangkan juga apakah pekerjaan tersebut halal atau haram, bagaimana cara mendapatkan penghasilan, dan apakah aktivitas tersebut sesuai dengan aturan Allah.
Perbedaan itu lahir dari cara pandang terhadap kehidupan.
Karena itu, Islam sebagai way of life berarti Islam menjadi dasar bagi seorang Muslim dalam memandang dan menjalani kehidupan.
Islam Bukan Hanya Sekumpulan Ritual
Ketika Islam dipahami hanya sebagai ritual, kehidupan seorang Muslim seolah terbagi menjadi dua bagian.
Ada bagian yang dianggap “urusan agama”, seperti shalat, puasa, zakat, dan membaca Al-Qur'an.
Ada pula bagian kehidupan yang dianggap berada di luar agama, seperti ekonomi, pendidikan, pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial.
Padahal, Islam tidak demikian.
Allah Swt. berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (QS. Al-An'am: 162)
Ayat ini menunjukkan bahwa penghambaan kepada Allah tidak terbatas pada ritual tertentu.
Hidup dan mati seorang Muslim pun diarahkan untuk Allah.
Karena itu, Islam memiliki hubungan dengan seluruh kehidupan manusia.
Islam Memberikan Pandangan tentang Kehidupan
Setiap manusia sebenarnya memiliki pandangan tentang kehidupan, meskipun tidak selalu menyadarinya.
Misalnya:
Apa tujuan manusia hidup?
Dari mana manusia berasal?
Untuk apa manusia diciptakan?
Apa yang menentukan benar dan salah?
Apa yang terjadi setelah kematian?
Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut akan memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupannya.
Islam memberikan jawaban yang bersumber dari wahyu.
Allah Swt. berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Dengan demikian, kehidupan seorang Muslim tidak dipandang sebagai sesuatu yang berjalan tanpa tujuan.
Manusia memiliki tujuan penciptaan.
Tujuan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menjalani kehidupan.
Islam Menentukan Standar Perbuatan
Sebagai way of life, Islam juga memberikan standar bagi perbuatan manusia.
Seorang Muslim tidak hanya bertanya:
“Apakah saya suka?”
atau:
“Apakah ini menguntungkan?”
Tetapi juga:
“Bagaimana hukum perbuatan ini menurut Islam?”
Di sinilah konsep halal dan haram memiliki kedudukan penting.
Contohnya dalam mencari penghasilan.
Mencari uang adalah sesuatu yang dibolehkan.
Namun cara mendapatkannya tidak bebas tanpa batas.
Islam melarang penipuan, riba, pencurian, dan berbagai bentuk transaksi yang diharamkan.
Allah Swt. berfirman:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ
“Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 188)
Dengan demikian, Islam bukan hanya memberikan tujuan, tetapi juga memberikan aturan untuk mencapai tujuan tersebut.
Islam Mengatur Hubungan Manusia
Manusia tidak hidup sendirian.
Ia hidup bersama keluarga, tetangga, teman, masyarakat, dan berbagai kelompok manusia lainnya.
Islam memberikan aturan mengenai hubungan tersebut.
Islam mengajarkan berbuat baik kepada orang tua.
Islam mengatur pernikahan dan keluarga.
Islam mengajarkan kejujuran dalam transaksi.
Islam melarang kezaliman.
Islam memerintahkan menunaikan amanah.
Allah Swt. berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa': 58)
Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam juga berkaitan dengan kehidupan sosial.
Islam Menjadi Pedoman dalam Mengambil Keputusan
Memahami Islam sebagai way of life juga berarti menjadikan Islam sebagai pertimbangan ketika mengambil keputusan.
Misalnya seseorang ingin memilih pekerjaan.
Ia tentu boleh mempertimbangkan gaji, lokasi, jenjang karier, dan berbagai faktor lainnya.
Tetapi seorang Muslim juga perlu mempertimbangkan apakah pekerjaan tersebut halal dan apakah aktivitasnya sesuai dengan ketentuan syariat.
Demikian pula ketika menjalankan bisnis.
Tidak cukup hanya bertanya:
“Apakah bisnis ini menghasilkan keuntungan?”
Tetapi juga:
“Apakah cara menjalankan bisnis ini sesuai dengan Islam?”
Inilah salah satu gambaran sederhana bagaimana Islam menjadi way of life.
Islam tidak menghilangkan aktivitas duniawi.
Islam memberikan arah dan aturan dalam menjalankannya.
Apakah Islam Menghambat Kehidupan Dunia?
Ada anggapan bahwa menjadikan Islam sebagai pedoman hidup akan membuat seseorang tidak bebas menjalani kehidupan.
Padahal, Islam tidak melarang manusia menikmati kehidupan dunia secara mutlak.
Allah Swt. berfirman:
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ
“Katakanlah, siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah Dia keluarkan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik?” (QS. Al-A'raf: 32)
Islam membolehkan manusia bekerja, berdagang, menikah, memiliki harta, menikmati makanan yang halal, dan melakukan berbagai aktivitas duniawi lainnya.
Namun semuanya memiliki aturan.
Jadi, Islam bukan mematikan kehidupan dunia.
Islam memberikan batasan agar kehidupan dunia dijalani sesuai dengan ketentuan Allah.
Apa Hubungan Islam sebagai Way of Life dengan Akidah?
Di sinilah pembahasan menjadi lebih mendalam.
Islam sebagai way of life tidak berdiri sendiri.
Ia berhubungan erat dengan akidah Islam.
Seorang Muslim meyakini bahwa Allah adalah Pencipta manusia dan kehidupan.
Karena Allah adalah Pencipta, maka manusia membutuhkan petunjuk dari-Nya.
Allah Swt. berfirman:
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Mulk: 14)
Dari keyakinan tersebut lahir sikap tunduk kepada aturan Allah.
Jadi, menjadikan Islam sebagai way of life bukan sekadar menggunakan beberapa aturan Islam dalam kehidupan.
Lebih mendasar dari itu, seorang Muslim memandang kehidupan berdasarkan keyakinan bahwa manusia adalah makhluk Allah dan kehidupan harus dijalani sesuai petunjuk-Nya.
Apa Contoh Islam sebagai Way of Life?
Contohnya dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika bekerja, seorang Muslim menjaga kejujuran.
Ketika berdagang, ia menghindari transaksi yang diharamkan.
Ketika menggunakan harta, ia memperhatikan halal dan haram.
Ketika berkeluarga, ia menjalankan hak dan kewajiban sesuai syariat.
Ketika bergaul, ia menjaga batasan yang telah ditetapkan Islam.
Ketika menghadapi masalah, ia tidak hanya mencari solusi yang menguntungkan secara materi, tetapi juga mempertimbangkan ketentuan Allah.
Dengan demikian, way of life Islam bukan sesuatu yang abstrak.
Ia tercermin dalam cara seseorang berpikir, bersikap, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan.
Jadi, Apa Maksud Islam sebagai Way of Life?
Islam sebagai way of life berarti Islam dijadikan sebagai pedoman hidup secara menyeluruh.
Islam memberikan jawaban mengenai tujuan hidup.
Islam memberikan standar tentang benar dan salah.
Islam memberikan aturan mengenai halal dan haram.
Islam memberikan petunjuk dalam hubungan manusia dengan Allah.
Islam juga memberikan aturan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan dengan manusia lainnya.
Karena itu, Islam tidak seharusnya hanya dipahami sebagai identitas atau ritual keagamaan.
Islam memberikan cara pandang terhadap kehidupan.
Seorang Muslim tidak hanya bertanya tentang apa yang ingin dilakukan.
Ia juga bertanya:
“Apa yang Allah perintahkan?”
Inilah salah satu makna ketika Islam disebut sebagai way of life.
Kesimpulan
Islam sebagai way of life berarti menjadikan Islam sebagai dasar dalam memandang dan menjalani kehidupan.
Islam tidak hanya mengatur shalat, puasa, zakat, dan ibadah lainnya. Islam juga memberikan petunjuk mengenai keluarga, ekonomi, hubungan sosial, pendidikan, akhlak, serta berbagai aspek kehidupan manusia.
Dengan memahami Islam sebagai way of life, seorang Muslim diharapkan tidak memisahkan kehidupan menjadi “urusan agama” dan “urusan dunia” secara sederhana.
Sebaliknya, kehidupan dunia dijalani dengan tetap menjadikan petunjuk Allah sebagai pedoman.
Sebab bagi seorang Muslim, Islam bukan hanya sesuatu yang dipercaya.
Islam juga menjadi sesuatu yang dijadikan arah dalam menjalani kehidupan.
