15 Hadis Sahih tentang Dajjal: Ciri-Ciri, Fitnah, dan Cara Berlindung Darinya
15 hadis sahih tentang Dajjal, mulai dari ciri-ciri, fitnahnya, hingga cara berlindung dari Dajjal berdasarkan hadis Nabi ﷺ.
Dajjal adalah salah satu fitnah terbesar yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Nabi Muhammad ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang Dajjal dalam banyak hadis.
Pembahasan tentang Dajjal memang sering membuat penasaran. Namun, seorang muslim perlu berhati-hati. Tidak semua cerita yang beredar di masyarakat tentang Dajjal berasal dari hadis yang sahih.
Karena itu, mari kita kenali Dajjal berdasarkan keterangan Rasulullah ﷺ dalam hadis-hadis yang dapat dipertanggungjawabkan.
1. Fitnah Dajjal adalah fitnah yang sangat besar
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada makhluk, sejak penciptaan Adam hingga terjadinya kiamat, yang fitnahnya lebih besar daripada Dajjal.”
HR. Muslim no. 2946.
Hadis ini menunjukkan betapa seriusnya fitnah Dajjal. Karena itu, pembahasan tentangnya bukan sekadar cerita tentang akhir zaman, tetapi bagian dari peringatan Nabi ﷺ kepada umatnya.
2. Semua nabi telah memperingatkan umatnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ
“Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya dari pendusta yang bermata satu.”
HR. Bukhari no. 7408 dan Muslim no. 2933.
Ini menunjukkan bahwa bahaya Dajjal bukan perkara yang baru dikenal pada masa Nabi Muhammad ﷺ.
Para nabi sebelumnya juga telah memperingatkan umat mereka agar tidak tertipu olehnya.
3. Dajjal memiliki cacat pada salah satu matanya
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
“Sesungguhnya dia bermata cacat, sedangkan Rabb kalian tidaklah bermata cacat.”
HR. Bukhari no. 7408 dan Muslim no. 2933.
Ini merupakan salah satu ciri Dajjal yang disebutkan secara jelas dalam hadis sahih.
Nabi ﷺ sekaligus mengingatkan bahwa Allah ﷻ tidak memiliki kekurangan sedikit pun.
4. Di antara kedua mata Dajjal tertulis “kafir”
Dalam hadis disebutkan:
مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ
“Di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’.”
Dalam riwayat Muslim dijelaskan dengan huruf:
ك ف ر
yang berarti kafir.
HR. Bukhari no. 7408 dan Muslim no. 2933.
Bahkan Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa orang beriman dapat mengenali tulisan tersebut.
5. Dajjal adalah pendusta
Dajjal bukan sekadar manusia yang melakukan kebohongan biasa.
Ia adalah Al-Masih Ad-Dajjal, seorang pendusta besar yang akan membawa fitnah luar biasa.
Rasulullah ﷺ menyebutnya:
الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ
“Pendusta yang bermata satu.”
HR. Bukhari no. 7408.
Karena itu, salah satu kunci menghadapi fitnah Dajjal adalah memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah ﷻ.
6. Dajjal tidak dapat memasuki Makkah dan Madinah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada suatu negeri pun kecuali akan didatangi Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah.”
HR. Bukhari no. 1881.
Dalam hadis tersebut juga dijelaskan bahwa para malaikat menjaga jalan-jalan menuju Makkah dan Madinah.
Ini merupakan salah satu keistimewaan dua kota suci tersebut.
7. Dajjal akan mendatangi berbagai negeri
Hadis tentang Makkah dan Madinah menunjukkan bahwa Dajjal akan mendatangi berbagai wilayah.
Namun, Makkah dan Madinah mendapat perlindungan khusus sehingga Dajjal tidak dapat memasukinya.
Karena itu, kita tidak perlu sibuk menebak-nebak dari mana Dajjal akan muncul atau negeri mana yang pertama kali didatanginya jika tidak ada dalil sahih yang menjelaskannya secara pasti.
8. Dajjal membawa fitnah yang sangat menakutkan
Dalam hadis-hadis panjang tentang Dajjal, Rasulullah ﷺ menjelaskan berbagai fitnah yang dibawanya.
Dajjal akan melakukan perkara-perkara luar biasa yang membuat manusia tertipu.
Di sinilah letak bahayanya.
Bukan hanya karena ia berdusta, tetapi karena fitnahnya sangat kuat sehingga sebagian manusia dapat mempercayai kebatilannya.
9. Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan
Salah satu fitnah terbesar Dajjal adalah pengakuannya sebagai Tuhan.
Padahal Allah ﷻ adalah satu-satunya Rabb yang wajib disembah.
Rasulullah ﷺ telah memberikan tanda-tanda yang jelas agar kaum muslimin tidak tertipu.
Salah satunya adalah cacat pada mata Dajjal.
Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Dajjal itu bermata cacat, sedangkan Rabb kalian tidaklah bermata cacat.”
HR. Bukhari no. 7408.
10. Orang beriman akan mengenali Dajjal
Dalam hadis Muslim disebutkan bahwa tulisan ك ف ر di antara kedua mata Dajjal dapat dibaca oleh orang beriman.
HR. Muslim no. 2933c.
Ini menunjukkan bahwa iman dan ilmu memiliki peran penting dalam menghadapi fitnah.
Seorang muslim tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan berpikir atau keberanian. Ia membutuhkan pertolongan Allah dan keteguhan iman.
11. Hafalkan sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, ia akan dilindungi dari Dajjal.”
HR. Muslim no. 809.
Hadis ini menjadi salah satu amalan yang sangat penting dalam pembahasan perlindungan dari fitnah Dajjal.
Karena itu, jangan hanya membaca Surah Al-Kahfi sebagai rutinitas. Usahakan memahami dan menghafal ayat-ayatnya.
12. Memohon perlindungan dari Dajjal dalam salat
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa agar kita berlindung dari fitnah Dajjal.
Doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
HR. Muslim no. 588.
Doa ini dibaca dalam salat setelah tasyahud dan sebelum salam.
13. Jangan merasa aman dari fitnah Dajjal
Besarnya fitnah Dajjal mengajarkan kita untuk tidak merasa terlalu percaya diri.
Bukan berarti kita harus hidup dalam ketakutan.
Justru yang harus dilakukan adalah memperkuat tauhid, mempelajari agama, memperbanyak doa, dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ.
Fitnah sebesar Dajjal tidak akan dihadapi dengan keberanian semata.
Ia harus dihadapi dengan iman dan pertolongan Allah.
14. Jangan mudah percaya cerita tentang Dajjal
Ini bagian yang juga penting.
Di masyarakat beredar banyak cerita tentang Dajjal. Ada yang berasal dari hadis sahih, ada yang lemah, bahkan ada pula yang tidak jelas sumbernya.
Karena itu, jangan langsung menyebarkan setiap cerita tentang Dajjal hanya karena terdengar menarik.
Misalnya, cerita mengenai lokasi pasti Dajjal, identitas seseorang sebagai Dajjal, atau berbagai teori modern tentang Dajjal harus diperiksa terlebih dahulu.
Dalam urusan agama, terutama perkara akhir zaman, dalil harus didahulukan daripada sensasi.
15. Persiapan menghadapi Dajjal dimulai dari sekarang
Kita tidak tahu kapan Dajjal akan muncul.
Yang diperintahkan kepada kita bukan mencari-cari kapan ia datang, melainkan mempersiapkan iman.
Di antara persiapan yang dapat dilakukan:
- Memperkuat tauhid kepada Allah.
- Mempelajari akidah dengan benar.
- Membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi.
- Membiasakan membaca doa perlindungan dari fitnah Dajjal.
- Mempelajari hadis-hadis sahih tentang akhir zaman.
- Tidak mudah percaya terhadap berita yang tidak memiliki dasar.
- Menjauhi berbagai bentuk kesyirikan dan kebatilan.
Penutup
Dajjal bukan dongeng.
Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang fitnah Dajjal dalam hadis-hadis sahih.
Namun, pembahasan tentang Dajjal seharusnya tidak berhenti pada rasa takut atau rasa penasaran.
Pesan terbesar dari hadis-hadis tersebut adalah agar kita memperkuat iman kepada Allah.
Kita tidak diperintahkan untuk sibuk mencari-cari Dajjal.
Kita diperintahkan untuk memohon perlindungan kepada Allah, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai fitnah.
Semoga Allah ﷻ melindungi kita dan keluarga kita dari fitnah Dajjal serta seluruh fitnah kehidupan dan kematian.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Aamiin.
